Friday, February 12, 2016

PEMERIKSAAN HbA1C UNTUK PASIEN DIABETES

HEMOGLOBIN A1c (HbA1c)


Apa HbA1c itu ? HbA1c adalah zat yang terbentuk dari reaksi antara glukosa dengan hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh bagian tubuh). HbA1c yang terbentuk akan tersimpan dan tetap bertahan di dalam sel darah merah selama ± 3 bulan, sesuai masa hidup sel darah merah. Jumlah HbA1c yang terbentuk, tergantung kadar glukosa di dalam darah sehingga hasil pemeriksaan HbA1c dapat menggambarkan rata-rata kadar glukosa darah selama ± 3 bulan. Ini terjadi ketika hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda, bergabung dengan glukosa dalam darah, menjadi ‘terglikasi’.

Mengapa diabetes perlu periksa HbA1c ?
      Ketika tubuh memproses gula, glukosa dalam aliran darah secara alami menempel pada hemoglobin. Jumlah glukosa yang dikombinasikan dengan protein ini berbanding lurus dengan jumlah total gula yang ada di sistem anda saat itu. Karena sel-sel darah merah dalam tubuh manusia bertahan hidup selama 8-12 minggu sebelum pembaharuan, mengukur hemoglobin terglikasi (atau HbA1c) dapat digunakan untuk mencerminkan kadar glukosa darah rata-rata selama durasi itu, menyediakan ukuran jangka panjang yang berguna kontrol glukosa darah. Jika kadar gula darah Anda telah tinggi dalam beberapa pekan terakhir, HbA1c Anda juga akan lebih besar.
     Diabetisi perlu melakukan pemeriksaan HbA1c untuk mengetahui rata-rata kadar glukosa darah dalam waktu 1-3 bulan sebelumnya. Dengan demikian, diabetisi dapat menilai pengendalian diabetesnya dengan tujuan untuk mencegah komplikasi diabetes. Selain itu, pemeriksaan HbA1c juga dapat digunakan untuk menilai efektivitas perubahan terapi setelah 2-3 bulan.

Apa tidak cukup periksa glukosa darah saja ? 
     Pemeriksaan glukosa darah hanya mencerminkan kadar glukosa darah pada saat diabetisi diperiksa, tetapi tidak menggambarkan pengendalian diabetes jangka panjang (± 3 bulan). Meski demikian, pemeriksaan glukosa darah tetap diperlukan dalam pengelolaan diabetes, terutama untuk mengatasi permasalahan yang mungkin timbul akibat perubahan kadar glukosa darah secara mendadak. Jadi, pemeriksaan HbA1c tidak dapat menggantikan maupun digantikan oleh pemeriksaan glukosa darah, tetapi pemeriksaan ini saling menunjang untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai kualitas pengendalian diabetes seseorang.
       Apa makna hasil pemeriksaan HbA1c ? –   Nilai HbA1c < 6.5 % berarti kendali diabetes baik. –   Nilai HbA1c 6.5 – 8 % berarti kendali diabetes sedang. –   Nilai HbA1c > 8 % berarti kendali diabetes buruk.
Siapa yang perlu periksa HbA1c ? Semua diabetisi memerlukan pemeriksaan HbA1c secara berkala untuk mendapatkan pengendalian diabetes yang baik.

Kapan diabetisi perlu periksa HbA1c ?
       Sebaiknya diabetisi melakukan pemeriksaan HbA1c pada evaluasi medis pertama kali semenjak terdiagnosa menderita diabetes, selanjutnya dapat dilakukan setiap 3 bulan sekali sebagai bagian dari pengelolaan diabetes.
    Bagaimana cara melakukan pemeriksaan HbA1c ? Oleh karena hasil pemeriksaan HbA1c tidak dipengaruhi oleh asupan makanan, obat maupun olahraga, maka diabetisi dapat melakukannya kapan saja tanpa perlu persiapan khusus. Sampel yang diperlukan berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena (di lengan).

Prosedur
    Hemoglobin glikosilat atau HbA1c dapat diukur dengan beberapa metode, seperti kromatografi afinitas, elektroforesis, immunoassay, atau metode afinitas boronat.
Spesimen yang digunakan untuk pengukuran HbA1c adalah : darah kapiler atau vena dengan antikoagulan (EDTA, sitrat, atau heparin).
Hindari terjadinya hemolisis selama pengumpulan sampel. Batasan asupan karbohidrat sebelum dilakukan uji laboratorium sifatnya dianjurkan.

Nilai Rujukan
Orang normal : 4,0 – 6,0 %
DM terkontrol baik : kurang dari 7%
DM terkontrol lumayan : 7,0 – 8,0 %
DM tidak terkontrol : > 8,0 %

Nilai rujukan dapat berlainan di setiap laboratorium tergantung metode yang digunakan.

No comments:

Post a Comment