Friday, February 12, 2016

HUBUNGAN MESRA TBC DAN DIABETES MELITUS

HUBUNGAN TBC DAN  DIABETES MELLITUS


Dalam artikel ini saya akan membahas kaitan TBC (Tuberculosis) dan Diabetes mellitus. Hubungan DM dengan TB pertama kali dilaporkan oleh Avicenna (Ibnu Sina) pada abad XI, yaitu TB merupakan penyebab kematian utama penderita DM. Tahun 1883, dokter berkebangsaan Amerika, Windle, melakukan autopsi terhadap 333 jenazah penderita DM, hasilnya pada lebih dari 50% ditemukan TB paru. Pada pasien DM terdapat gangguan respon imun tubuh sehinga dapat dengan mudah terserang penyakit TBC (tuberculosis). Delapan dari sepuluh negara dengan insidens tertinggi DM di dunia juga diklasifikasikan sebagai negara dengan beban TB paru tinggi (WHO). Prevalensi DM tertinggi yaitu di region utara dengan persentase 27,9%, diikuti oleh regio timur dengan persentase 24,7%, region sentral yaitu sebesar 23,7%, dan regio selatan dengan prevalensi terendah yaitu 18,2%.6 Prevalensi TB paru meningkat seiring dengan peningkatan prevalensi DM. Studi Dobler, dkk. di Australia (2012) . 



Peningkatan prevalensi DM diikuti dengan peningkatan prevalensi TB paru. Penderita DM mempunyai risiko 2 hingga 3 kali lebih tinggi untuk mengidap penyakit TB paru dibandingkan penderita tanpa DM dan banyak ditemukan pada usia lebih dari 40 tahun.TB paru juga dapat menyebakan amyloidosis pancreas melalui proses imunologi (DR.Philip schawarz), Diabetes juga mengakibatkan kerusakan paru Paru pada penderita DM akan mengalami perubahan patologis, seperti penebalan epitel alveolar dan lamina basalis kapiler paru yang merupakan akibat sekunder dari komplikasi mikroangopati sama seperti yang terjadi pada retinopati dan nefropati. Gangguan neuropati dari syaraf otonom dapat berupa hipoventilasi sentral dan sleep apneu. Selain itu juga dapat terjadi penurunan elastisitas rekoil paru, penurunan kapasitas difusi karbon monoksida, dan peningkatan endogen produksi karbondioksida.

Kejadian infeksi paru pada penderita DM Penderita TB paru dengan DM memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan penderita TB paru tanpa DM selama terapi dan juga peningkatan risiko kekambuhan setelah pengobatan dan penularan yang lebih besar. Dalam pengobatan TB akan menurunkan kadar gula darah, sehingga berpengaruh pada pengobatan DM. Sistem pengobatan pasien DM & TB yang hanya diobati DM-nya dan tidak diobati TB-nya. Keduanya, akan mengakibatkan pengaturan gula darahnya semakin sulit. Sebaiknya pasien TB di cek ada tidaknya DM dan juga  sebaliknya pada pasien DM di cek ada tidaknya TB.

No comments:

Post a Comment